Wednesday, February 22, 2012

Polisi Dianiaya Pemuda Mabuk Saat Jaga Toko Emas Muncar

Banyuwangi - Naas menimpa Briptu Imam Afandi (51), seorang anggota polisi Mapolsek Muncar, Banyuwangi. Pria berpawakan kurus ini dianiaya saat mengemban tugas jaga di sebuah toko emas di wilayah hukum setempat, Rabu (18/01/2012).

Kejadian ini bermula saat Imam menjalankan tugasnya di Toko Emas Baru Jaya, Dusun Setinggil Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar. Sekitar pukul 08.30 WIB, datanglah seorang pemuda diketahui bernama Rosidi (25), ke toko emas tersebut.

Pemuda asal Dusun Stoplas Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar, itu akan menjual perhiasan. Namun niat itu ditolak pegawai toko emas, karena perhiasan berupa kalung tersebut terbuat dari perak.

Karena ditolak, pelaku terlihat beranjak pergi. Namun sekitar pukul 09.45 WIB, dia datang kembali ke toko. Lagi-lagi dia berniat menjual kalung peraknya.

"Tentu saja oleh pemilik toko emas ditolak lagi," jelas Kasi Humas Polsek Muncar, Aiptu Putu Ardana, pada detiksurabaya.com di kantornya.

Namun pelaku bersikeras dan memaksa toko emas untuk membeli kalung peraknya. Melihat hal itu, Briptu Imam yang sedang bertugas menghampirinya. Tujuannya untuk mengingatkan agar pelaku tidak berulah.

Hal itu justru memicu kemarahan pelaku yang ternyata sedang terpengaruh minuman keras. Tanpa rasa takut, Rosidi langsung memaki-maki Briptu Imam. Sejurus kemudian, pelaku langsung melayangkan pukulan ke arah korban.

"Pukulan mengarah ke wajah, tapi mengenai leher Pak Imam. Cuma luka lecet-lecet," tambah Putu.

Mendapat serangan mendadak, Briptu Imam mencoba memberi perlawanan. Namun karena faktor usia, korban akhirnya meminta bantuan sesama polisi melalui telepon seluler.

Kini, Rosidi diamankan di Mapolsek Muncar. Saat dipertemukan dengan Briptu Imam, pelaku langsung meminta maaf sembari menjabat tangan. Dia mengaku menyesal atas perbuatannya.

"Pak Imam juga sudah memaafkan pelaku, pelaku akan kita bina," tandas Putu.

Thursday, September 15, 2011

Pencemaran Laut Sebabkan Terjadi Krisis Ikan di Muncar,

Muncar , Beberapa bulan terakhir, terjadi krisis ikan di Pelabuhan Muncar, Banyuwangi. Apa penyebabnya? Pencemaran air laut lah yang menyebabkan kawasan ujung timur Pulau Jawa ini mengalami krisis ikan.

"Pengendalian pencemaran lingkungan di Muncar memerlukan komitmen bersama untuk merumuskan program dan rencana kegiatan yang terpadu dan berkesinambungan bagi perbaikan ekonomi dan lingkungan di Kabupaten Banyuwangi dan Muncar khususnya," kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti M Hatta dalam dialog dengan warga seperti dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (11/7/2011).

Dalam dialog yang melibatkan sejumlah nelayan serta pengusaha ikan di Muncar, topik yang paling menyita perhatian adalah tentang mulai langkanya ikan di perairan Muncar. Padahal, kawasan Muncar terkenal sebagai sentra pendaratan ikan terbesar dan sentra industri pengolahan ikan di Jawa Timur. �

Berdasarkan data yang ada, setiap hari ikan yang dibongkar di Muncar minimal 500 ton dan sekitar 90 persen di antaranya dipasok ke industri pengolahan ikan setempat. Data Sekretariat Kabinet RI menunjukkan, Muncar merupakan penghasil ikan terbesar di Jawa Timur dengan produksi ikan tahun 2010 sebesar 27.748 ton. Dimana produksi ikan olahan diekspor ke Eropa, Jepang, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Australia, Singapura, dan Kanada sebanyak 1.562.249,72 kg per bulan dengan nilai ekonomi sebesar hampir Rp 20 miliar.

Angka ekonomi tersebut sebenarnya bisa ditingkatkan apabila daya dukung dan kualitas perairan Muncar tetap dapat dipertahankan dari kemungkinan terjadinya overfishing dan pencemaran.

Sayangnya, potensi besar tidak dapat dimaksimalkan lantaran banyak perusahaan perikanan di Muncar dalam melakukan aktivitas produksinya kurang memperhatikan pengelolaan limbah dari kegiatan produksi. Bisa tebak, akibat pencemaran tersebut produksi penangkapan menurun drastis.

Berdasarkan hasil penelitian terbaru Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta tahun 2010 terungkap, tingkat pencemaran sudah menjangkau kawasan perairan Muncar sejauh 200 hingga 350 meter dari bibir pantai. Termasuk, sungai-sungai di Muncar yang dijadikan tempat pembuangan limbah seperti Kali Mati, Kali Tratas, dan Kali Moro. Kondisi kali tersebut cukup parah.

"Boleh jadi karena kondisi pencemaran tersebut, ikan-ikan di Muncar pada pindah ke perairan lain. Kalaupun ada, ikan-ikannyta tidak merasa nyaman (karena pencemaran," sambung Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) itu.

Karena itu, lanjutnya, untuk merumuskan program dan rencana kegiatan yang terpadu dan berkesinambungan bagi perbaikan ekonomi dan lingkungan di Kabupaten Banyuwangi dan Muncar khususnya, Kementerian Lingkungan Hidup telah memprakarsai penyusunan dokumen Rencana Aksi penanganan Muncar bersama-sama dengan instansi terkait. Itu merupakan program 5 tahunan sampai tahun 2014. Dokumen tersebut bertujuan mensinergikan kegiatan pada masing-masing sektor, memperjelas siapa berbuat apa, target yang ingin dicapai dan menghindari tumpang tindih kegiatan untuk menciptakan keterpaduan dalam pelaksanaannya.

Dalam kaitannya dengan pengendalian pencemaran, Kementerian Lingkungan Hidup akan memberikan bantuan berupa unit instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal senilai Rp 30 Miliar yang akan dibangun pada tahun 2012. Sebagai persiapan, pembangunan IPAL komunal tersebut, pada tahun 2011 ini akan dilakukan revisi terhadap detail engineering design (DED) IPAL, serta kajian kelembagaan pengelolaan IPAL tersebut.

Monday, September 5, 2011

Facebook Music Meluncur Bulan Depan

CALIFORNIA - Keinginan Facebook untuk memperluas layanannya agar semakin lengkap terus dilakukan. Salah satu fitur paling anyar yang ditawarkan adalah Facebook Music, bahkan kabarnya fitur ini akan hadir bulan depan.

Memang bukan rahasia lagi bila Facebook mulai melirik pasar musik digital. Karena keinginan ini sudah dilontarkan CEO Facebook Mark Zuckberg yang dilanjutkan dengan menggandeng layanan musik streaming Spotifiy beberapa waktu lalu. Dan bulan depan merupakan langkah ekesekusi dari rencana sebelumnya.

Ini tentu saja menarik bagi pengguna jejaring sosial terbesar di dunia itu, namun tidak bagi penyedia layanan musik streaming yang sudah terlebih dahulu datang.

"Jika itu terjadi, Facebook Music akan mengancam layanan musik yang ada, sebuah platform musik Facebook benar-benar bisa memberikan dorongan dalam menawarkan musik gratis, karena layanan ini akan disokong iklan untuk mencari pendapatan," kata CNBC memberikan catatan, yang dilansir Minggu (4/9/2011).

Berdasarkan keterangan sumber Facebook, menyatakan bisnis musik yang dijalankan situs yang diklaim memiliki 500 juta pengguna itu akan jauh berbeda dengan MySpace. Perbedaan itu terletak pada lisensi distribusi musik digital.

Tuesday, August 9, 2011

Koneksi Internet Lewat Sinar Lampu

VIVAnews - Ketika berinternet, baik saat di kedai kopi, memanfaatkan wifi gratis di ruang rapat, sampai mencuri koneksi internet tetangga sebelah, Anda kemungkinan akan mengalami frustasi karena lambatnya kecepatan internet ketika banyak alat terhubung ke satu jaringan.

Semakin banyak pengguna, semakin banyak perangkat, yang terhubung ke internet secara nirkabel, gelombang udara yang tersumbat akan menyulitkan pengguna untuk mendapatkan kekuatan sinyal.

Namun demikian, gelombang radio bukanlah satu-satunya bagian dari spektrum yang bisa membawa data. Ada gelombang lain yang bisa digunakan untuk menjelajah Internet.

Dikutip dari Good Technology, 9 Agustus 2011, Harald Haas, fisikawan Jerman mengungkapkan solusi baru yang ia sebut sebagai “data lewat iluminasi’ atau membawa fiber keluar dari fiber optik dengan mengirimkan data lewat lampu LED yang memiliki intensitas bervariasi yang jauh lebih cepat dibanding yang bisa ditangkap manusia.

Idenya sama dengan remote control imfra merah. Namun lebih kuat.

Haas menyebutkan, temuannya ini, yang ia sebut D-Ligth, bisa menghasilkan transmisi data dengan kecepatan di atas 10 megabit per detik yang jauh di atas kecepatan rata-rata sambungan broadband saat ini.

Menurut Haas, di masa depan data yang akan dipancarkan ke laptop, smartphone, dan tablet akan ditransmisikan lewat lampu yang ada di ruangan. Dan masalah soal keamanan juga jadi sangat mudah. Jika sinar lampu tidak ada, data tidak bisa ditransmisikan.

Haas berpendapat, banyak hal yang bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi ini. Mulai dari akses internet publik lewat lampu jalanan,  sampai kendaraan yang dikemudikan secara otomatis lewat lampu depannya.

Selain itu, data yang hadir melalui spektrum yang bisa dilihat seperti cahaya lampu bisa membantu meredakan kekhawatiran bahwa gelombang elektromagnetik yang hadir bersama WiFi dapat merusak kesehatan. (eh)